Rabu, 16 Februari 2022

Kue Lebaran Tradisional Favorit

Kue lebaran identik dengan nastar, castengel & aneka kudapan manis kering. Kalau gw lebih senang kue lebaran yang tradisional. Apalagi jika pulang kampung. Saya bahagia sekali mampu ketemu menggunakan aneka kudapan manis lebaran tradisonal.

Kue ini termasuk kudapan manis kemarau sajian khas Idul Fitri. Saya hanya senang menggunakan kue pengecap kucing ini. Kalau kudapan manis kemarau lainnya paling hanya merasakan satu buah. Kalau ketemu lidah kucing sanggup habis satu toples sendirian.  

Saat lebaran, Mbah Trenggalek  Rahimullah selalu bikin sendiri madumongso. Ketan hitam dimasak menggunakan gula merah atau gula putih. Proses masaknya misalnya bikin dodol. Hanya saja teksturnya lebih lembut. Ketan hitam masih berbentuk biji utuh tapi teksturnya lembut. Rasanya manis legit. Biasanya dibuat bundar& dibungkus plastk bening. Lalu kemasan bagian luar adalah kertas krep warna-warni. Waktu masih mini, kertas krep bekas madumongso saya kumpulkan. Buat main pasar-pasaran sama para sepupu. 

Opak dalam bahasa adalah kerupuk. Jajanan renyah ini selalu ada saat lebaran. Mudik tak lengkap tanpa makan opak gapit. Kue ini tidak pernah bikin sendiri, selalu beli. Cara bikinnya susah soalnya. 

Adonan dalam kondisi pada penggorengan panas harus segera dilipat. Waktu buat melipat wajibpas. Telat beberapa dtk, adonan telah keras. Tidak bisa lagi dilipat. Meski bikinnya susah dan usang. Kalau telah jadi cepat habis. Rasanya terdapat yang anggun dan gurih. Tergantung kesukaan.

Ini merupakan hidangan lebaran yang selalu terdapat jika pulang kampung ke Trenggalek. Bahan tape terbuat berdasarkan ketan hitam bukan ketela pohon. Ketan hitam dikukus lalu dicampur ragi tape. Kemudian dibungkus pakai daun pisang dan disematkan lidi kecil atau tusuk gigi. Biasanya bungkusnya kecil-kecil. Pas sekali suapan ke verbal. Tape daun pisang umumnya simpan pada kulkas dulu. Paling lezatbila dinikmati saat dingin.

Ini termasuk kudapan manis yg antik banget. Sudah ada semenjak jaman Ibu gw masih mini. Rasanya seperti misalnya opak gapit. Bentuknya misalnya bunga (kembang -Bahasa Jawa). Cara bikinnya pakai cetakan besi bentuk bunga yg dicelupkan ke adonan tepung beras encer. Lalu cetakan ini digoyang-goyangkan ke minyak panas hingga lepas dari cetakan. Goreng hingga kecoklatan. Kemudian angkat & tiriskan. Inilah dari nama kembang goyang. Kembang yang digoyang-goyang saat membuatnya.

1. Campurkan tepung beras & tepung terigu dengan komposisi dua:1 = tepung beras : tepung terigu. Adonannya encer. Tambahkan garam dan gula secukupnya.

2. Panaskan minyak. Celupkan cetakan kembang goyang ke minyak panas hingga terendam seluruh.

3. Celupkan cetakan kembang goyang ke campuran dengan tinggi tiga/4 saja.

4. Segera masukkan cetakan ke dalam penggorengan. Cetakan wajibterendam minyak panas seluruhnya.

5. Saat campuran sudah relatif mekar, goyang-goyang cetakan hingga semua adonan terlepas. 

6. Tunggu hingga adonan berwarna agak coklat. Angkat & tiriskan.   

Mudahkan cara bikin kue kembang goyang. Jajanan ini sudah mulai langka. Jarang muncul pada waktu lebaran.