Selasa, 01 Februari 2022

Kudapan Manis Lebaran Khas Indonesia, Berdasarkan Nastar Hingga Biji Ketapang

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran sudah datang. Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ini tidak lengkap bila tanpa kehadiran kudapan manis-kue lebaran. Maka, poly rumah tangga telah menyiapkannya semenjak jauh-jauh hari, baik yang membeli jadi atau buat sendiri.

Kue lebaran di Indonesia poly ragamnya. Tapi, ada beberapa yg selalu terdapat di setiap tempat tinggalwargadari Sabang sampai Merauke. Kehadirannya menyimpan sejarah panjang. Seperti apa kisahnya? Liputan6.com merangkum sejarah enam kue lebaran khas berdasarkan aneka macam asal, Selasa, 11 Mei 2021.

Kue ini biasanya berbentuk bulat menggunakan isian selain nanas. Kehadiran nastar ternyata tidak lepas berdasarkan masa pendudukan Belanda. Nama nastar adalah adonan 2 kata yang diambil menurut Bahasa Belanda, yaitu ananas atau nanas dan taartjes atau tart. Jadi, nastar adalah kudapan manis tart yg pada dalamnya berisi selai nanas.

Mulanya, resep nastar terinspirasi berdasarkan olahan pie Belanda yang dibuat dalam loyang akbar & diisi dengan selai yg terbuat apel, blueberi, atau stroberi. Ketika Belanda datang ke Nusantara dan ingin menciptakan kudapan manis tersebut, mereka mengalami kesulitan dalam mencari buah buat selai yang tekstur kematangannya mirip layaknya butir yg terdapat pada Belanda.

Kemudian, muncullah ide untuk mengganti buah-buahan itu menggunakan butir nanas yg poly ditemui di Indonesia. Buah nanas pula dipilih lantaran cita rasanya yg cantik dan asam mewaikil cita rasa yang dimiliki butir apel dan stroberi. Tak hanya isinya saja yg berubah, sekarang nanas mengalami modifikasi bentuk adonannya yang semula akbar menjadi mini-kecil.

Kudapan Manis Lebaran Khas Indonesia, Berdasarkan Nastar Hingga Biji Ketapang

Kudapan Manis Lebaran Khas Indonesia, Berdasarkan Nastar Hingga Biji Ketapang


Kastengel

Lagi-lagi kue berasal negeri kincir angin menginspirasi kudapan manis lebaran di Indonesia. Di Belanda, kue kemarau ini bernama kaasstengels, gabungan dari dua kata yaitu kaas yg berarti keju & stengels yang berarti batangan.

Kastengel seringkali jua diklaim kudapan manis cheese fingers berkat rasa keju & bentuknya yg memanjang bak jari-jemari. Kue satu ini pula pernah dijadikan menjadi alat tukar di kota Krabbedijke. Kastengel dapat dibarter menggunakan barang lainnya lantaran dianggap sebagai kuliner bergengsi yang asal berdasarkan komposisi keju mahalnya.

Pada masa penjajahan Belanda, kue ini biasa disajikan dalam tempat tinggal-rumah milik pejabat atau pegawai Belanda yang menikahi perempuanpribumi. Dari situlah, akhirnya terjadi akulturasi masakan yg tersimpan baik sampai sekarang dikenal menjadi kastengel.tiga.


Kue putri salju

Putri salju umumnya jadi kudapan manis kering yg menarik perhatian lantaran warnanya yg beda dengan kudapan manis lainnya. Kue ini tak hanya terkenal pada Indonesia, tetapi jua pada Jerman dan Austria. Bahkan, ada juga yang menyebut bahwa putri salju yang kita kenal dari menurut Austria.

Di sana, putri salju dianggap dengan nama Vanillekipferl. Bentuk & rasa putri salju yg ada di sana juga persis seperti yang ada di sini, yakni bentuk bulan sabit kecil menggunakan rasa vanilla yg ditaburi gula halus. Nama putri salju diambil berdasarkan taburan gula halus berwarna putih di semua bagian atas kudapan manis yg bak menyerupai salju. Saat menggigit kudapan manis ini, Anda pula akan mencicipi sensasi dingin di mulut. Kue ini sebagai karakteristik khas perayaan Natal di Jerman dan Austria.


Kue semprit

Konon, kudapan manis ini ditemukan secara nir sengaja saat sang koki ingin membuat kue ulang tahun. Ia hendak menguji terlebih dahulu sebagian miniadonan kuenya buat dipanggang pada panggang. Ternyata sehabis campuran miniitu matang dan kering, cita rasanya enak dan malah lebih tahan usang untuk disimpan.

Kalau pada Indonesia kudapan manis ini terkenal dengan nama semprit, pada luar negeri kudapan manis ini dinamai spritz. Nama spritz dari menurut bahasa Jerman, yaitu spritzen yang adalah dimuncratkan. Nama itu sesuai dengan cara menciptakan kue semprit yang dimuncratkan menggunakan menggunakan indera bernama spuit. Adonan kue ini nantinya dimasukkan pada plastik lalu pada bagian ujungnya diberikan indera spuit itu lalu adonan pun dimuncratkan dengan bentuk melingkar.


Lidah kucing

Kue lebaran berbentuk panjang ini juga tiba menurut negeri bunga tulip. Kue ini masuk ke Indonesia seiring dengan kedatangan kolonial belanda masa itu. Dalam bahasa Belanda, kue ini dinamakan Katte Tong yg berarti lidah kucing.

Nama itu diambil lantaran bentuk kuenya yg tipis dan putih seperti lidah kucing. Rasanya yg gurih & teksturnya yg renyah membuatnya cocok menggunakan lidah lokal. Pantas saja lidah kucing permanen bertahan jadi pilihan kue kering saat lebaran.

Tak melulu warisan bangsa Eropa, yg satu ini adalah kue kemarau tradisional. Biji ketapang adalah kue spesialBetawi berbahan dasar terigu, margarin, gula pasir, santan, telur, garam, & vanili. Pembuatannya yaitu dengan mencampur semua bahan menjadi adonan dan dipotong mini-kecil sebelum digoreng hingga kecoklatan.

Melihat bahan-bahan yang disebutkan buat pembuatan kue biji ketapang, cita rasanya tidak terdapat unsur pohon ketapang sama sekali pada dalamnya. Lalu mengapa dianggap biji ketapang? Ternyata, nama biji ketapang ini terinspirasi berdasarkan bentuk biji buah pohon ketapang yang warnanya kekuning-kuningan.

Di tanah Betawi dahulu banyak tumbuh pohon ketapang, buah pohon ketapang tersebut banyak tercecer pada jalanan sebagai akibatnya seringkali dipungut buat dimakan bijinya. Rasa gurih & teksturnya yg renyah itulah yg menginspirasi kudapan manis biji ketapang. Penamaan biji ketapang ini jua terkait menggunakan masyarakat Betawi tempo dulu yg terbilang memang seringkali menamakan aneka macam macam hal menggunakan nama tanaman